Butuh waktu bagiku untuk memberanikan mem-posting tulisan ini. Karena aku khawatir tidak hanya kondisiku yang semakin rapuh, tapi dirinya disana sedih. Tapi, mau dikata apa, inilah caraku berekspresi, menghilangkan kesedihanku....
Aku tidak tahu harus berkata apa lagi. Ini telah
berlangsung untuk ke sekian kali. Dan menurutku ini wajar-wajar saja jika ku
alami. Tapi, ada perasaan yang berbeda tiap kali aku merasakan hal yang sama.
Meski telah berulang kali, rasanya hal itu baru saja terjadi. Ada perasaan
sakit dan aku tak bisa mendeskripsikan lebih bagaimana rasanya dihinggapi
perasaan itu. Rasanya sesak saja, seperti sulit bernapas. Seperti ada yang
menahanku untuk meneruskan waktu ke depan. Ia justru mendoorngku untuk kembali
ke masa lalu, mengaktifkan kembali memori masa laluku untuk mengingat hal itu.
Kali ini aku mengulang memori itu saat aku tengah
membaca Surah Al-Kahfi. Kurang lebih di seperempat terakhir surah tersebut,
terlintas memori Mama. Aku tetiba teringat hal-hal yang sangat ku rindukan dari
beliau. Hidup sederhana, makan seadanya, hidup tenang walau keluarga kami hanya
keluarga kacil, dan...satu hal yang sangat membuatku rindu adalah wanginya.
Wangi yang kadang terlintas begitu saja saat aku rindu beliau. Jujur, masih
susah bagiku untuk ditinggal pergi. Aku merasa usia 20 tahun masih terlalu muda
untuk benar-benar ditinggal pergi. Kalau sudah begini, aku harus buat apa? Aku
berusaha mengikhlaskan beliau, tapi...kenapa rasanya sulit? Aku terus berusaha
memohon pada-Nya, “Ya Allah, mudahkanlah hati hamba melepas kepergian beliau,
ikhlaskan hati hamba ditinggal pergi. Buatlah diri hamba menjadi tabah dan
sabar dalam melewati ini.”
Disaat seperti ini, berat rasanya untuk melakukan
apa-apa. Rasanya masih ingin berlama-lama mengenang kenangan lalu. Aku sendiri
bingung. Memang benar aku tidak betul-betul sendiri. Masih ada adik-adikku,
tante, om, kakek, nenek, temna-teman, guru-guruku, tapi rasanya tetap sama.
Rasa sepi itu tetap ada. Aku tetap merasa sendiri. Rasanya belum ada yang bisa
menggantikan betapa bahagianya aku hidup bersama beliau.
06
Oktober 2016
18.52 WIB
0 komentar:
Posting Komentar