Pages

Senin, 10 Oktober 2016

Lagi-lagi, Aku Rindu




Butuh waktu bagiku untuk memberanikan mem-posting tulisan ini. Karena aku khawatir tidak hanya kondisiku yang semakin rapuh, tapi dirinya disana sedih. Tapi, mau dikata apa, inilah caraku berekspresi, menghilangkan kesedihanku....
Aku tidak tahu harus berkata apa lagi. Ini telah berlangsung untuk ke sekian kali. Dan menurutku ini wajar-wajar saja jika ku alami. Tapi, ada perasaan yang berbeda tiap kali aku merasakan hal yang sama. Meski telah berulang kali, rasanya hal itu baru saja terjadi. Ada perasaan sakit dan aku tak bisa mendeskripsikan lebih bagaimana rasanya dihinggapi perasaan itu. Rasanya sesak saja, seperti sulit bernapas. Seperti ada yang menahanku untuk meneruskan waktu ke depan. Ia justru mendoorngku untuk kembali ke masa lalu, mengaktifkan kembali memori masa laluku untuk mengingat hal itu.
Kali ini aku mengulang memori itu saat aku tengah membaca Surah Al-Kahfi. Kurang lebih di seperempat terakhir surah tersebut, terlintas memori Mama. Aku tetiba teringat hal-hal yang sangat ku rindukan dari beliau. Hidup sederhana, makan seadanya, hidup tenang walau keluarga kami hanya keluarga kacil, dan...satu hal yang sangat membuatku rindu adalah wanginya. Wangi yang kadang terlintas begitu saja saat aku rindu beliau. Jujur, masih susah bagiku untuk ditinggal pergi. Aku merasa usia 20 tahun masih terlalu muda untuk benar-benar ditinggal pergi. Kalau sudah begini, aku harus buat apa? Aku berusaha mengikhlaskan beliau, tapi...kenapa rasanya sulit? Aku terus berusaha memohon pada-Nya, “Ya Allah, mudahkanlah hati hamba melepas kepergian beliau, ikhlaskan hati hamba ditinggal pergi. Buatlah diri hamba menjadi tabah dan sabar dalam melewati ini.”
Disaat seperti ini, berat rasanya untuk melakukan apa-apa. Rasanya masih ingin berlama-lama mengenang kenangan lalu. Aku sendiri bingung. Memang benar aku tidak betul-betul sendiri. Masih ada adik-adikku, tante, om, kakek, nenek, temna-teman, guru-guruku, tapi rasanya tetap sama. Rasa sepi itu tetap ada. Aku tetap merasa sendiri. Rasanya belum ada yang bisa menggantikan betapa bahagianya aku hidup bersama beliau.

06 Oktober 2016
18.52 WIB

0 komentar:

Posting Komentar

About Me

 

YURIZEN Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez