Aku baru saja tiba di tempat itu. Tempat baru bagiku tuk habiskan
semua waktuku selama kurang lebih 3 tahun lamanya. Waktu yang cukup lama kurasa
tuk jauh dari sanak keluarga. Semua kulakukan demi kesuksesanku nantinya.
Ku lihat di sekelilingku,
“Hmm….cukup nyaman. Ku harap aku kan betah tinggal disini.” gumamku dalam hati.
Ku bawa barang-barangku menuju ruang registrasi, sebuah koper besar dan sebuah
tas jinjing berisi perlengkapan dan buku-buku yang akan menemaniku selama 3
tahun disini.
“Assalamu
‘alaikum….ini ruang registrasi ?” tanyaku pada seorang wanita berjilbab orange
yang sedang duduk di sebuah meja berisi banyak kertas dokumen yang kurasa itu
cukup penting.
“Wa’alaikum salam.
Silahkan duduk. Baru datang yach ? Dari mana asalnya ?” tanya wanita itu padaku
diawali dengan sebuah senyuman.
“Iya Bu. Saya baru
aja nyampe dari Sidrap.”
Wanita itu
akhirnya menyerahkan selembar kertas berisi data-data yang harus ku isi sebelum
akhirnya aku ditunjukkan arah menuju ruang asrama yang akan ku tempati
nantinya. “Nach, sekarang kamu boleh menuju asrama. Dari sini kamu tinggal
lurus kemudian belok kiri. Asramanya ada di lantai 2. Kami sudah menyiapkan
kamar yang berkapasitas 4 orang lalu kami juga sudah menempelkan nama-nama
penghuni kamar di pintu kamar masing-masing.”
“Makasih, Bu.
Kalau begitu saya permisi dulu mau ke asrama. Assalamu ‘alaikum, Bu.”
“Wa’alaikum
salam.”
Aku kemudian
membawa semua barang-barangku menuju asrama di lantai 2 yang telah ditunjukkan
wanita tadi. Di lantai 2, aku mengecek semua kamar yang ada untuk mencari
namaku. Tak lama kemudian aku menemukan namaku terpampang di pintu kamar
bersama dengan 3 orang yang akan menjadi teman sekamarku. “Wah, aku akan
sekamar dengan 3 orang teman baru yang berasal dari daerah lain.” ucapku yang
sudah tak sabar lagi bertemu dengan 3 orang teman baruku itu.
Aku memasuki
kamarku. Kamar yang menurutku nyaman, lengkap dengan lemari,ranjang dan bantal
tiap anak. Di sudut kamar ada meja belajar yang berhadapan dengan jendela.
“Wah, bisa liat pemandangan nich dari sini.” Ku pejamkan mataku, ku hirup udara
disekitarku, kemudian ku bayangkan betapa nyamannya tinggal disini. Pikiranku
terbang melayang jauh tinggi ke langit yang biru, aku berada di puncak
kebahagiaanku. Damai. Tenang. Tak ada yang menggangguku disini.
“Assalamu
‘alaikum.” Tiba-tiba, khayalanku buyar. Aku dikagetkan oleh suara seseorang
yang masuk ke dalam kamar. Sepertinya……
“Wa’alaikum salam.
Maaf, ada apa yach ?”
“Kamu penghuni
kamar ini juga yach ?”
“Mmm…iya. Kamu ?”
“Salam kenal,
yach. Aku juga akan tinggal di kamar ini.” Ia kemudian menjabatiku lalu berlalu
untuk melihat seisi kamar yang akan menjadi tempat peristirahatan kami.
Aku sudah
menemukan seorang teman kamarku. Tinggal 2 orang lagi. Siapa yach ? Aku sudah
tak sabar lagi menunggunya. Menunggu mereka yang akan menemaniku di kamar ini.
Aku kemudian
membereskan semua barang-barangku. Ku letakkan semua pakaianku di dalam lemari
berukuran sedang. Cukup untuk menyimpan semua pakaian dan beberapa barangku.
Waktu telah
menunjukkan sore hari. Aku kemudian bergegas menuju masjid dekat asrama. Adzan
telah berkumandang. Ku sucikan diriku dengan basuhan-basuhan air wudhu yang
begitu menyegarkan.
Ku tunaikan
kewajibanku pada-Nya bersama dengan para jamaah lain. Kami rukuk kemudian sujud
bersimpuh memohon ampun pada-Nya. Dalam sujudku, aku begitu khusyu’ memanjatkan
do’a, memohon ampun atas segala yang telah ku perbuat selama ini. Hingga sampai
pada sujud terakhirku dalam sholat, sebelum aku bangkit dari sujud, aku berdo’a,
“Ya Allah, lindungilah hamba dari segala perbuatan maksiat yang akan
menjerumuskan hamba ke lubang kenistaan.”
Sholat Ashar telah
ku tunaikan, tapi aku belum juga beranjak dari tempatku. Aku masih betah
tinggal di rumah-Nya, tinggal sejenak untuk berdzikir menyebut asma-Nya.
Kemudian kembali berdo’a pada-Nya, “ Ya Allah, Ya Rabb yang Maha Pemurah, Maha
Pemberi Kebahagiaan pada setiap orang yang tak pernah bosan tuk bermanja-manja
pada-Mu. Ya Allah, hamba kini tengah berada di suatu tempat yang jauh dari
sanak keluarga. Lindungilah hamba, tuntunlah hamba agar tetap berada di
jalan-Mu. Ku niatkan diri ini untuk berjihad menuntut ilmu di jalan-Mu, Ya
Allah. Ku yakin dan percaya, Engkau selalu bersama hamba-Mu yang senantiasa
mengingat-Mu. Amin Ya Rabbal ‘alamin.”
Aku kemudian
beranjak dari tempatku kembali menuju asrama untuk beristirahat. Di tengah
perjalanan ke asrama, aku bertemu dengan 2 orang yang sedang kebingungan
mencari kamarnya.
“Assalamu
‘alaikum. Ada yang bisa saya bantu ?” tawarku pada mereka.
“Wa’alaikum salam.
Kami sedang mencari kamar kami yang sejak tadi belum ketemu juga.”
“Ohh…mari saya
bantu carikan.” Kemudian ku tanyakan nama mereka masing-masing. Sepertinya nama
mereka tak asing bagiku, ku ingat-ingat lagi dan ternyata mereka teman sekamarku.
Aku tersenyum sendiri. Kemudian ku antarkan mereka ke kamarnya.
“Ini kamarnya.”
“Ohh, ternyata
yang ini. Pantasan gak ketemu, kita malah nyarinya di kamar bagian sebelah.”
Mereka tertawa sendiri menertawai keteledorannya.
“Salam kenal. Aku teman
sekamar kalian. Sekarang sebaiknya kalian membereskan barang-barangnya lalu
beristirahat.”
Kami pun
berkenalan. Perkenalan dengan teman baru yang tak pernah kusangka-sangka
sebelumnya. Kini penghuni kamarku sudah lengkap. Begitupun dengan kamar lain.
Satu persatu mereka berdatangan. Sedikit demi sedikit asrama telah dipenuhi
oleh orang-orang baru. Orang-orang yang akan menjadi teman seperjuanganku
berjihad menuntut ilmu di jalan Allah swt.
by : Yuri
by : Yuri
2 komentar:
keren...
yang semangat lagi menulisnya bro
Posting Komentar